IKMPB Gelar Sekolah Steering Committee 2026: Berpikir Sistematis, Bertindak Strategis untuk Memperkuat Arah Gerak Organisasi

 

Bondowoso, 12 Juli 2026 – Ikatan Keluarga Mahasiswa Pergerakan Bondowoso (IKMPB) kembali menyelenggarakan kegiatan Sekolah Steering Committee (SC) sebagai langkah strategis dalam memperkuat kapasitas kader dan menyiapkan konseptor organisasi yang visioner, kritis, serta responsif terhadap dinamika gerakan. Mengusung tema “Berpikir Sistematis, Bertindak Strategis”, kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 12 Juli 2026, bertempat di Aula Masjid Nurul Hidayah, Nangkaan, Bondowoso.

Sekolah SC menjadi ruang kaderisasi intelektual dan organisatoris yang dirancang untuk membangun pola pikir terstruktur, kemampuan analisis yang tajam, serta ketepatan dalam merumuskan langkah strategis. Dalam dinamika organisasi yang terus berkembang, seorang Steering Committee tidak cukup hanya memahami konsep dan mekanisme kegiatan, tetapi juga dituntut mampu membaca situasi, memetakan persoalan, menentukan prioritas, serta mengarahkan jalannya kegiatan agar tetap berpijak pada tujuan dan nilai-nilai organisasi. 


Melalui forum ini, para kader didorong untuk memahami bahwa keberhasilan sebuah kegiatan tidak semata-mata ditentukan oleh seberapa meriah pelaksanaannya, melainkan juga oleh kekuatan perencanaan, ketepatan pengambilan keputusan, dan kejelasan arah yang dibangun sejak awal. Berpikir sistematis menjadi fondasi dalam membaca persoalan secara menyeluruh, sementara bertindak strategis menjadi kemampuan untuk menerjemahkan gagasan menjadi langkah konkret yang terukur, efektif, dan berdampak.

Rangkaian kegiatan Sekolah SC juga menjadi momentum untuk mempertemukan gagasan, pengalaman, dan refleksi kritis mengenai peran strategis Steering Committee dalam mengawal jalannya organisasi. Melalui penyampaian materi dan ruang diskusi, kader diharapkan mampu memperluas perspektif, mengasah daya analisis, serta membangun keberanian dalam menentukan sikap di tengah berbagai tantangan organisatoris. Dengan demikian, SC tidak hanya diposisikan sebagai perancang konsep kegiatan, tetapi juga sebagai penjaga arah, pengawal nilai, dan penghubung antara visi organisasi dengan realitas pelaksanaannya.

Presiden IKMPB periode 2026–2027 Mohammad Rizki menegaskan bahwa Sekolah SC harus menjadi ruang pembentukan kualitas kader yang mampu melampaui pola kerja yang sekadar rutinitas. Setiap kader perlu memiliki kemampuan untuk melihat persoalan secara utuh, menyusun langkah berdasarkan pertimbangan yang matang, dan mengambil keputusan dengan orientasi pada tujuan jangka panjang organisasi.

“Berpikir sistematis berarti kita tidak terburu-buru dalam menyimpulkan persoalan, sedangkan bertindak strategis berarti kita tidak berhenti pada gagasan tanpa langkah nyata. Seorang SC harus mampu membaca keadaan, menentukan arah, dan memastikan setiap keputusan memiliki tujuan yang jelas. Kita ingin melahirkan kader yang tidak hanya mampu menjalankan kegiatan, tetapi juga memahami mengapa kegiatan itu harus dilakukan dan ke mana organisasi hendak diarahkan,” tegasnya.

Lebih dari sekadar agenda pengembangan kapasitas, Sekolah SC merupakan bagian dari ikhtiar IKMPB dalam membangun tradisi organisasi yang lebih terencana, terukur, dan berorientasi pada keberlanjutan gerakan. Nilai tanggung jawab, kedisiplinan, militansi, serta kemampuan bekerja secara kolektif menjadi prinsip penting yang perlu tertanam dalam diri setiap kader. Sebab, organisasi yang kuat tidak hanya membutuhkan banyak orang yang bergerak, tetapi juga membutuhkan kader yang mampu menyatukan gerak dalam satu arah dan tujuan bersama.

Pelaksanaan Sekolah SC ini diharapkan menjadi titik penguatan bagi kader IKMPB untuk terus meningkatkan kualitas diri sekaligus memperkokoh fondasi organisasi. Tantangan gerakan mahasiswa yang semakin kompleks menuntut lahirnya generasi yang tidak hanya lantang menyampaikan gagasan, tetapi juga cermat dalam membaca realitas dan tepat dalam menentukan strategi.

Melalui semangat “Berpikir Sistematis, Bertindak Strategis”, IKMPB menegaskan komitmennya untuk terus membangun kader yang mampu merawat nalar kritis, menghidupkan semangat kolektif, dan mengarahkan gerakan menuju perubahan yang bermakna. Sebab, arah organisasi yang kuat lahir dari pemikiran yang terstruktur, keputusan yang matang, dan tindakan yang berpijak pada tujuan perjuangan.









Diberdayakan oleh Blogger.